Kancil dengan Babi yang Sombong

Ada seekor babi yang gemuk badannya. Kakinya kuat, mempunyai taring yang tajam dan panjang. Dia lah yang menjadi raja hutan disana.
Babi ini sangat ditakuti oleh binatang hutan lainnya. Tak seekor binatang pun di sana yang berani melawannya. Anjing hutan, gajah, kera tidak berani menantangnya. Bahkan singa pun tak sanggup mengalahkannya. Tidaklah heran, karena kekuatannya yang besar dan belum ada yang pernah mengalahkan dirinya, dan dinobatkan menjadi Raja Babi. Ia jadi sombong dan angkuh. Semua binatang harus menuruti perintahnya.
Disaat seluruh binatang hutan berkumpul, dia berkata dengan lantangnya, "Ayo, siapa yang berani melawanku!?"
Mendengar tantangan Raja Babi yang demikian, semua binatang yang ada ditempat itu semuanya diam, semua takut. Tidak ada yang bersuara sedikitpun. Dengan gayanya yang congkak, Raja Babi memperlihatkan kekuatannya kepada mereka dengan mencabut pohon mangga yang ada dihadapannya hingga ke akar-akarnya. Demikian juga dengan pohon jambu, didorongnya hingga roboh. Tanah diseruduknya, habis berterbangan. Raja Babi merasa tak ada binatang lain yang sanggup menandinginya.
Pada saat seperti itu, datanglah si Kancil di tempat tersebut. Raja Babi berkata, "Hai kancil, darimana saja kamu?!!"
"Dari bukit sana mencari udara segar!!" jawab si Kancil
"Mengapa kamu tidak mengajakku?" Tanya Raja Babi
"Mengapa aku harus mengajakmu?! bikin ribet saja!" jawab si Kancil
Mendengar ucapan si Kancil seperti itu, Raja Babi tersinggung. Ia tidak menyangka bila binatang kecil itu berani berkata-kata melawan dirinya. Padahal semua binatang dalam hutan itu selalu tunduk dan takut padanya.
"Coba ulangi lagi perkataanmu??!" ucap Raja Babi dengan nada marah. "Apakah kamu belum tau bahwa aku ini raja hutan yang ditakuti oleh semua binatang di sini, sehingga kamu berani berucap seperti itu? Apakah kau tidak takut kepadaku?!"
"Siapa takut!!!" lukas si Kancil. "Mengapa aku harus takut kepadamu?! memangnya kamu penguasa hutan ini!?" ucapan si Kancil yang demikian, semakin membuat telinga Raja Babi menjadi panas.
Ia semakin marah. "Dasar binatan kecil dan bodoh!! Sudah saatnya aku memangsamu hidup-hidup. "Biar seluruh binatang hutan menyaksikan". Kata Raja Babi dengan muka marah !!
"Baiklah bila kamu menginginkan dagingku ini. Tapi syaratnya kamu harus bisa mengalahkanku dalam pertandingan yang akan kita lakukan besaok pagi disini". Kata si Kancil menantang. "Besok kita tentukan siapa yang lebih kuat kamu atau aku".kata si Kancil. "Pastilah aku yang akan menang, kamu terlalu kecil untukku" Balas babi hutan
Bila kamu yang menjadi pemenang, silahkan saja kamu memakan dagingku. ucap si kancil. Tetapi bila aku yang menang, maka kamu harus tunduk kepadaku dan mengakui bahwa akulah yang paling kuat dihutan ini "begitu cil?!"
Raja Babi akhirnya menyetujui tantangan sang kancil.
Semua binatang yang ada ditempat itu, kemudian pulang kerumahnya masing-masing, mereka akan kembali ke tempat itu besok pagi untuk menyaksikan pertandingan antara Raja Babi dengan si Kancil.
Sementara itu, dirumah Kancil telah membuat topeng yang menyerupai dirinya. Bukan topeng sembarangan. Bahannya terbuat dari kayu yang sangat keras. Sejak lama ia telah mempersiapkan siasat itu untuk mengalahkan Raja Babi. Dengan ketekunan dan kesabarannya, akhirnya selesai sudah ia membuat topeng yang mirip sekali dengan wajahnya. Sehingga bila dipakai, Raja Babi akan sulit mengenalinya. Malam itu Kancil sengaja beristirahat untuk mengumpulkan kekuatan agar bisa menang dalam pertandingan.
Matahari mulai terbit, semua binatang sudah mulai berkumpul ditempat pertandingan. Mereka ingin menyaksikan pertandingan yang sangat langka itu. Sorak-sorai pun segera menggema saat Raja Babi tiba ditempat itu. Tak lama kemudian si Kancil pun telah tiba. Sekali lagi sorak-sorai dan tepuk tangan dari para penonton membuat suasana kian semarak.
"Hidup Raja Babi... !!! Hidup si Kancil... !!" Teriak penonton mengelu-elukan keduanya.
Kemudian terdengar bunyi peluit pak Srigala sebagai tanda dimulainya pentandingan. Raja Babi langsung menyambar si Kancil dengan moncongnya. si Kancil tidak menghindar dia dengan tenang menyambut sambaran Raja Babi.
Kancil hanya terlempar ke belakang terkena serudukan si Raja Babi. Tapi ia bangkit lagi menantang si Raja Babi. sementara si Raja Babi merasa kesakitan pada moncongnya tak disangka kepala kancil ternyata sangat keras.
Karena penasaran kembali Raja Babi menyeruduk lagi. Kancil terlempar lagi namun segera berdiri dan menantangnya lagi. Lama-kelamaan moncong Raja Babi berdarah disana-sini. Sementara si Kancil tetap tegar dan bangkit lagi.
Raja Babi akhirnya tidak sanggup lagi meneruskan pertandingan. sehingga si Kancil dinobatkan sebagai pemenang dan Raja Babi harus mengakui ternyata hewan yang lebih kecil tidak selalu lemah.

sekian!!

0 Response to "Kancil dengan Babi yang Sombong"

Posting Komentar